Ezer Kenegdo

Renungan hari Kamis 23 Oktober 2014: Jangan Berbantah Dengan Tuhan

Leave a comment

Ayub 33:13-14: Mengapa engkau berbantah dengan Dia, bahwa Dia tidak menjawab segala perkataanmu ? Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya (Boasa ma tung manarita ho dompak ibana, ala so nialusanna ho taringot tu pambahenanna sudena? Ai gari Debata sahali, dua hali pe Ibana mangkuling, hape ndang diparateatehon jolma).

Job 33:13-14 Why do you complain to him that he answers none of man’s words? For God does speak– now one way, now another– though man may not perceive it.

Kesalehan Ayub diakui oleh Tuhan, hal ini terlihat ketika Tuhan melihat iblis menanyakan keadaan Ayub, “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub ? Tiada seorang pun di bumi ini seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan”. Akhir dari pembicaraan Tuhan dan iblis, Tuhan pun mengizinkan iblis untuk mencobai Ayub, anak-anaknya meninggal, harta bendanya habis, bahkan Ayub jatuh sakit dan menderita karena seluruh tubuhnya terkena barah yang busuk, hingga akhirnya Ayub harus duduk di tengah-tengah abu. Semua penderitaan itu tetap dihadapi Ayub dengan iman, bahkan ia berkata, “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan”.

Namun akhirnya kesombongan itu terlihat, Ayub merasa bahwa dirinya bersih, tidak melakukan pelanggaran, Ayub merasa suci dan tidak pernah melakukan kesalahan. Itulah sebabnya Elihu bin Barakheel menasihati Ayub, sebab Elihu melihat bahwa Ayub sudah menganggap dirinya lebih benar daripada Allah. Elihu menasihati agar Ayub tetap berserah kepada Tuhan, dan jangan berbantah kepada Tuhan. Memang di pasal terakhir, Ayub akhirnya mengetahui bahwa penderitaan itu diizinkan terjadi untuk meneguhkan imannya. Ayub mengatakan, “Aku tahu bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal”.

Semua kita pastilah pernah berbuat kesalahan dan dosa, oleh karena itu tidak perlu kita merasa diri bersih, suci dan tidak pernah melakukan pelanggaran. Kita harus membuang sifat yang memegahkan diri dan menjadi sombong ketika kita berhasil dan sukses. Namun, seharusnya kita harus meyakini bahwa semua yang kita peroleh adalah karena kasih karunia Allah. Sebaliknya juga ketika kita menghadapi pergumulan berat, janganlah menjauh dan berpaling dari Tuhan, tetapi kita harus semakin mendekatkan diri kepada-Nya dan selalu berseru memohon pertolongan-Nya.

Selamat pagi dan selamat berkarya untuk Tuhan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s