Ezer Kenegdo

Bahan Sermon Minggu Pentakosta 8 Juni 2014: I Korintus 12:3-13

Leave a comment

Thema: Aneka Karunia dan Pelayanan Tetapi Satu Roh dan Satu Tuhan

I.  Pendahuluan

Paulus mendirikan gereja di Korintus pada perjalanan penginjilannya yang kedua, ia tinggal di sana untuk memberitakan Injil Yesus Kristus (Lih. Kis. 18:1-17). Itu sebabnya Paulus sangat akrab dengan para pengikut Yesus yang berada di Korintus. Hal ini terlihat di mana orang-orang Korintus juga mengirimkan surat kepada Paulus (7:1), dan mereka juga meminta nasihat Paulus, yang berarti bahwa ia diakui memiliki wewenang oleh jemaat itu atau paling tidak oleh bagian-bagian dari jemaat, yang menulis surat tersebut. Dalam surat yang ditujukan kepada Paulus disampaikan berita mengenai pertentangan di dalam jemaat itu yang melibatkan sejumlah nama tokoh. Sebuah kelompok mengaitkan dirinya dengan Paulus, yang lainnya dengan Kefas, yang lainnya lagi kepada Kristus (1:12). Bahkan ada juga yang mengaitkan dirinya dengan Apolos padahal pada saat itu Apolos tidak berada di Korintus melainkan bersama Paulus di Efesus (16:12). Untuk menjawab perselisihan (pengelompokan) tersebut, maka Paulus menguraikan kedudukan dan fungsi pelayan-pelayan (3:15-4:5). Orang tidak bisa, dan tidak boleh membanggakan hamba-hamba ini, melainkan menerima mereka sebagaimana adanya sebagai pelayan-pelayan Kristus dan penatalayanan rahasia-rahasia Allah.

Bermacam-macam masalah yang dihadapi Paulus dalam I Korintus. Apalagi karena kota Korintus terletak di sebuah daratan sempit yang memiliki pelabuhan di bagian timur dan bagian barat. Korintus merupakan kota yang sangat duniawi dan dipengaruhi oleh berbagai kebudayaan. Orang-orang yang hidup di Korintus memiliki tradisi lama yaitu penyembahan terhadap dewi cinta sehingga banyak orang menjadi pemujanya dan percabulan sudah menjadi hal yang biasa. Demikian juga, timbulnya orang-orang Gnostik, orang-orang ini mengangungkan gnosis (pengetahuan) dan pemilikan Roh, dan dari sini mereka memperoleh kebebasan mereka, yang mereka gunakan dalam pelbagai cara: berhubungan dengan para pelacur (6:13), ikut serta dalam penyembahan kepada berhala (8:1). Oleh karena itu, untuk menghalau pengaruh Gnostik yang telah menyerap ke dalam gereja di Korintus, Paulus menerangkan bahwa orang Kristen memiliki roh dan karena itu menjadi orang yang merdeka. Orang Kristen yang memiliki karunia dan kemerdekaan namun itu bukanlah untuk dirinya sendiri atau untuk disalahgunakan demi kepentingan sendiri dengan cara yang sembrono dan semau-maunya, melainkan supaya ia dapat memanfaatkannya demi kebaikan saudaranya dan demi membangun gereja di dalam kasih. Karena itu, Paulus melalui surat ini berusaha menarik kembali gereja itu kepada kesatuannya yang semula (I Korintus ini ditulis dari Efesus pada perjalanan penginjilan ketiga).

Di sini Paulus menjelaskan bagaimana Roh memberikan karunia-karunia khusus kepada umat-Nya. Ia juga mengatakan bahwa Roh Allah dahulu memberinya kuasa untuk berbicara, walaupun ia takut orang Korintus menganggap pemberitaannya mengenai kematian Kristus sebagai kebodohan (2:3).

II. Keterangan Nas

Ay.3: Rupa-rupa karunia tetapi satu Roh. Tuhan memberikan kita kemampuan, minat, talenta, karunia, kepribadian dan pengalaman hidup untuk kemuliaan-Nya. Oleh sebab itu, jangan kita melupakan kebenaran dasar tentang karunia karena hal itu akan menimbulkan masalah dalam gereja. Masalah yang terjadi adalah “kecemburuan karunia” (membandingkan karunia kita dengan orang lain, merasa tidak puas dengan apa yang diberikan Tuhan kepada kita, serta benci atau iri hati pada cara Tuhan memakai orang lain). Karena kita tidak dapat memilih karunia-karunia yang kita inginkan, sebab Tuhanlah yang menentukannya.Itu sebab Paulus mengatakan, “dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan” (ay. 5).

Tuhan memberikan kepada semua orang percaya karunia-karunia rohani untuk pelayanan. Ini adalah kemampuan dengan anugerah Tuhan untuk melayani-Nya yang hanya diberikan kepada orang percaya. Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah. Karunia Rohani itu tidak diberikan untuk kepentingan diri sendiri melainkan untuk kepentingan bersama (ay.7). Tuhan menyukai keragaman, Ia tidak memberikan satu karunia kepada semua orang atau tidak ada orang yang mempunyai semua karunia. Tuhan merencanakannya seperti itu supaya kita saling membutuhkan dan saling bergantung. Ketika kita memakai karunia yang kita miliki maka semua memperoleh manfaat, tetapi ketika orang lain atau diri kita sendiri tidak memakai karunia itu maka kita juga yang rugi. Itu sebabnya, kita diperintahkan untuk menemukan dan mengembangkan karunia-karunia rohani kita. Kemampuan, keahlian, talenta (baca:karunia) yang Tuhan berikan kepada kita adalah indikasi yang kuat tentang apa yang Tuhan ingin lakukan dengan kehidupan kita. Dengan kata lain, Tuhan memperlengkapi kita dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya.

Ay. 11: Ia memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya. Roh Allah yakni Roh Kudus. Roh mengajar dan menuntun umat Allah agar dapat memberitakan Injil dan menjadi umat Allah yang sejati. Di sini Paulus menjelaskan bagaimana Roh memberikan karunia-karunia khusus kepada umatNya. Karunia-karunia khusus yang disebutkan Paulus dalam beberapa suratnya adalah bernubuat (menyampaikan pesan-pesan yang sesungguhnya dari Allah), berbicara dengan bijak dan berpengetahuan, melayani, menghibur, berbagi dan memimpin. Paulus menjelaskan bahwa Allah telah menetapkan beberapa orang dalam jemaat sebagai pemimpin: sebagai rasul, nabi dan pengajar (12:28). Beberapa orang lainnya menerima kemampuan untuk melakukan mujizat atau menyembuhkan orang sakit, membantu orang lain menjadi pemimpin, berbicara dalam bahasa-bahasa roh, dan menafsirkan bahasa-bahasa roh. Namun, Paulus berkata bahwa karunia yang paling istimewa dari semuanya adalah kasih (I Kor.13).

Untuk mempermudah pemahaman kita tentang perluanya pemberian karunia-karunia kepada orang Kristen untuk kesatuan di dalam gereja, maka Paulus menggambarkan kesatuan yang beragam itu dengan perkataan, “sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak”(ay.12) dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Kristus adalah kepala dari tubuh, yang membuat para pengikutNya menjadi satu, karena mereka saling berbagi dalam satu roti dan satu cawan Perjamuan Tuhan. Sehingga kita semuanya menjadi satu, baik orang Yahudi, Yunani, baik budak maupun orang merdeka, yang telah dibabtis menjadi satu tubuh. Demikian juga orang Korintus yang berasal dari berbagai budaya dan latar belakang sosial yang berbeda menjadi satu di dalam Roh (ay.13). Maka tidak perlu lagi ada pengelompakan-pengelompakan dan mengangungkan seorang tokoh, mengangungkan gnostik karena semuanya kita sama dan satu dalam Roh.

III.Aplikasi

Hari ini adalah Minggu Pentakosta. Kata Pentakosta dari bahasa Yunani “Pentekoste” yang artinya Lima puluh. Pentakosta dalam Perjanjian Baru, berdasarkan Kisah Para Rasul 2 memberitakan tentang hari turunnya Roh Kudus kepada murid-murid dalam bentuk lidah-lidah seperti nyala api hinggap pada mereka. Roh Kudus menuntun mereka untuk keluar dari persembunyian dan rasa takut mereka atas peristiwa yang menimpa Yesus. Kuasa Roh Kudus memberikan semangat dan keberanian bagi murid-murid untuk memberitakan Kabar Baik kepada semua orang, sehingga ada 3000 orang yang menjadi percaya dan memberikan dirinya untuk dibabtis (Kis.2:41).

Hari Raya Pentakosta telah menjadi peristiwa penting dalam kehidupan umat percaya, sekaligus menjadi hari lahirnya gereja. Nah sekarang, apakah sesungguhnya Roh Kudus itu? Pertama, Roh Kudus adalah Allah sendiri. Allah yang menopang dari dalam itu adalah Roh Kudus. Ia bekerja melalui seluruh kedirian kita: akal dan perasaan kita, tubuh dan kejiwaan kita. Jadi salahlah orang yang beranggapan bahwa orang yang dikuasai oleh Roh Kudus itu mesti mematikan akal dan perasaannya. Sebab Roh Kudus malah justru ingin memanfaatkannya. Kedua, Roh Kudus bekerja di dalam kita untuk memberi kehidupan. Allah sendiri yang membentuk manusia dari debu tanah, lalu Allah menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya, demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Tanpa Roh Allah, manusia hanya bentuk, hanya debu tanah, rawan, ringkih dan hina. Jadi salahlah orang beranggapan bahwa fungsi utama dari Roh Kudus adalah membuat manusia berada dalam keadaan “menggelepar-gelapar”, tak sadarkan diri. Fungsi utama Roh Kudus ternyata adalah justru untuk menjadi manusia yang penuh vitalitas, penuh semangat dan gairah. Ketiga, Roh Kudus bekerja di dalam kita untuk memberi penjelasan. Menjelaskan apa yang tidak jelas. Jadi salahlah orang yang beranggapan bahwa fungsi utama Roh Kudus adalah menciptakan bahasa sendiri yang tak dapat dimengerti. Sebaliknya, fungsi utama-Nya adalah membuat apa yang tidak dimengerti kini dimengerti oleh semua orang.

Dampak dari Roh Kudus tidak hanya menguasai murid-murid, tetapi juga menguasai setiap orang Kristen, mereka hidup dalam persekutuan yang saling ketergantungan satu sama lain, mereka hidup tidak hanya memikirkan kepentingannya sendiri, tetapi mereka hidup bagi sesamanya (bnd. Kis.2:41; 4:32). Demikian juga Rasul Paulus dalam perikop tadi mengatakan bahwa,Karunia Rohani itu tidak diberikan untuk kepentingan diri sendiri melainkan untuk kepentingan bersama. Roh Kudus bekerja dalam diri kita melalui karunia-karunia pemberian Allah. Kemampuan atau talenta (baca: Karunia Allah), biarlah kita pakai untuk kemuliaan Allah. Misalnya: jika kita terampil mendesain atau merekrut, atau menggambar atau mengorganisasi, itu adalah asumsi yang aman bahwa rencana Tuhan untuk kehidupan kita mencakup keterampilan tersebut”. Tuhan tidak menyia-nyiakan kemampuan, Ia menyesuaikan panggilan kita dengan kemampuan kita. Kemampuan kita tidak diberikan hanya untuk mencari nafkah, Tuhan memberikannya agar kita juga dapat melayani-Nya.

Kita telah menerima karunia-karunia rohani, kita juga telah menerima Roh Kudus dalam hidup kita. Hendaknya Roh Kudus itu memiliki ruang dan waktu dalam hidup kita untuk bekerja memakai seluruh kedirian kita: akal dan perasaan kita, tubuh dan kejiwaan kita, agar kita penuh vitalitas, penuh semangat dan bergairah untuk melayani Tuhan.    Selamat Pentakosta..

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s