Ezer Kenegdo

Khotbah Minggu 13 April 2014 : Mateus 21:1-11 di GKPI Anugerah Green Garden

Leave a comment

Thema: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan

Kedatangan Yesus ke suatu tempat selalu menarik perhatian banyak orang. Hal ini terjadi karena Yesus sudah banyak melakukan mujizat seperti: menyembuhkan orang sakit, orang buta bahkan membangkitkan orang mati. Maka jika dalam nas yang kita baca saat ini menunjukkan bahwa Yesus dielu-elukan oleh banyak orang sesungguhnya, itu adalah lanjutan dari perjalanan Yesus yang senantiasa ditunggu banyak orang. Apalagi ketika Yesus membangkitkan Lazarus disaksikan oleh banyak orang, sehingga dapat dimengerti ketika masyarakat selalu berharap untuk dapat bertemu secara langsung dengan Yesus agar dapat disembuhkan atau paling tidak dapat menyaksikan mujizat yang dilakukan oleh Yesus.

Jika kita hendak melakukan kegiatan di gereja apakah itu pesta pembangunan gereja, perayaan Natal atau Paskah, maka untuk mengerahkan massa yang banyak selalu dibentuk tim seksi pengerahan massa. Namun dalam nas ini, tidak ada seksi pengerahan massa yang menggerakkan orang banyak yang sangat besar jumlahnya itu. Semuanya berlangsung dengan spontan. Dari segala penjuru orang datang, berkumpul menghamparkan baju, melambai-lambaikan daun palma, berteriak hosanna dengan spontan, dengan tulus. Sebab yang masuk ke Yerusalem itu adalah Sang Mesias yang telah begitu lama dinanti-nanti.

Saudara/i yang dikasihi Yesus Kristus..

Sesungguhnya apa yang luar biasa dari peristiwa yang bisa kita lihat melalui nas ini, yang luar biasa ialah sikap yang ditunjukkan oleh Yesus di mana Ia sendiri mempersiapkan diri-Nya untuk disambut dan dielu-elukan oleh orang banyak. Hal ini menarik untuk dilihat karena biasanya Yesus justru sering menghindar dari keramaian bersama murid-Nya. Menurut Mat.2:5, “Katakanlah kepada putri Sion (=Yerusalem beserta penghuninya): Lihat, Rajamu datang kepadamu. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai betina dan seekor keledai beban yang muda”.

Yesus masuk Yerusalem disambut sebagai raja, tetapi Ia naik keledai betina yang masih muda. Ternyata mengendarai keledai lebih sukar daripada tunggangan lain. Karena keledai biasanya bukan hewan penurut dan tidak berjalan cepat. Itu sebabnya, keledai sering dipakai untuk mengangkut beban sedangkan pemilik berjalan di depan mengarahkannya dan tidak menaikinya. Hanya orang yang “pintar” yang bisa mengendarainya tanpa ada yang menggiringnya di depan. Kini Yesus memasuki Yerusalem di atas keledai, sebagai orang yang tahu mengarahkan tunggangan yang sukar ini. Maka, jelas yang hendak dikatakan; Ia orang yang penuh kearifan. Tak ada kegagahan, tak ada keperkasaan, tak ada kecemerlangan. Yang ada ialah kesederhanaan. Lebih tepat kerendahan dan kehinaan.

Sama sekali tidak meyakinkan, ibarat seorang pengusaha mau membicarakan transaksi bermilyar-milyar rupiah, tetapi naik becak.  Namun di sini lah letak keluarbiasaanNya, kedatangan Yesus ke Yerusalem berjalan lancar dan tidak seorang pun dapat menghalangi/menghambat termasuk kaum Farisi yang sebenarnya sudah sangat ingin menangkap Yesus.

Yang terjadi justru Yesus dielu-elukan oleh orang banyak yang menanti kedatangan-Nya. Ada kemuliaan dan keagungan. Ayat 8 mengatakan, “ Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan”. Ada yang berjalan di depan Yesus, ada yang berjalan di belakang Yesus, semuanya berseru:”Hosana bagi Anak Daud! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Hosana di tempat yang mahatinggi.

Seruan itu bukanlah seruan biasa sebagai ucapan selamat datang, atau sorak sorai biasa pada saat keramaian atau kemenangan. Tetapi Hosana disini berarti “selamatkan kami sekarang!” ini seruan minta tolong dari orang-orang yang menderita kepada raja atau kepada Allah. Seperti seruan umat yang terdapat dalam Mazmur 118: 25: “Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan!” Kedatangan Yesus ke Yerusalem, membuat gempar seluruh kota itu, dan mereka bertanya, ”siapakah orang ini”? Hal ini menunjukkan bentuk keheranan, ketakjuban orang berada di Yerusalem dan belum pernah melihat Yesus, dan mereka menyebutNya Yesus adalah orang Nazaret.

Sesungguhnya di tengah sambutan dari masyarakat yang spektakuler dan luar biasa ini, hanya Yesus Sang Raja yang mengetahui akan arti kehadiranNya ditengah massa yang mengelukan diri-Nya, bahkan hanya Dia dan Bapa yang mengetahui untuk apa Dia datang ke dunia ini. Walaupun sebenarnya Yesus sudah pernah mengatakanya kepada murid-muridNya, “bahwa Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olok, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan”.

Masyarakat/massa yang mengelu-elukan Yesus justru dalam semangat dan harapan yang salah/keliru. Mereka berharap bahwa Yesus akan menjadi Raja mereka di Bait Allah dan sekaligus memerintah sebagaimana layaknya raja yang ada di dunia ini, sehingga mereka hidup sejahtera serta tidak tergantung kepada kekuasaan bangsa lain. Dengan kata lain bahwa mereka mengartikan kehadiran Sang Mesias menurut pikiran dan keinginan mereka sendiri. Teriakan harapan yang demikian ini sangat jauh berbeda, bahkan melenceng jauh dari arti dan maksud kedatangan Yesus yang sebenarnya, mereka tidak mengerti bahwa apa yang sebenarnya Tuhan Yesus kerjakan adalah pembebasan dari kuasa dosa.

Apakah yang menjadi renungan kita melalui teks ini ?

Pertama: Kedatangan Yesus bukanlah kedatangan yang tanpa perencanaan. Dalam kemahatahuaan-Nya, Yesus telah mempersiapkan kedatangan-Nya jauh sebelumnya. Namun yang menarik ialah persiapan Yesus bukan dengan sebuah kemegahan atau kemeriahan. Walaupun Yesus adalah Sang Raja, namun Ia memilih datang dalam kesederhanaan.

Hal ini yang menyebabkan Filsuf terkenal “Nietzsche”, berang terhadap kekristenan. Ia mengatakan bahwa kekristenan itu membahayakan peradaban kemanusiaan. Kekristenan dengan ajaran kasih, pengampunan, kerendahan hati, penyangkalan diri telah menciptakan manusia-manusia yang lembek yang bermental budak dan berhati bubur. Kalau diapa-apakan ya “nrimo” terus, monggo terus, pasrah. Itu sebabnya Nietzsche berkata, “ini berbahaya, karena dunia ini membutuhkan manusia-manusia super, kuat, gagah, berani, kalau ada musuh dibabat saja”.

Dunia macam apa yang dihasilkan kalau prinsip Nietzsche ini berlaku ? yang kuat itu benar/bertahan, terjadilah membunuh atau dibunuh, supaya saya hidup dan yang lain mesti mati.

Raja naik keledai menunjukkan sebuah kesederhanaan, dan bukan secara kebetulan Yesus memilih cara ini, namun tindakan ini mempunyai makna yang lebih dalam, Yesus ingin menunjukkan kejayaan dan kelemahlembutan. Sosok Yesus yang sederhana mampu menembus batas perbedaan sehingga tidak ada lagi perbedaan antara orang kaya dan miskin, sebab Yesus datang dengan kesederhanaaNya. Yesus datang sebagai hamba, oleh karena itu secara manusia Dia tidak begitu diperhitungkan, bahkan terkesan dicemoohkan tapi begitulah cara Yesus datang kedunia untuk bisa memenuhi panggilanNya.

Kedua: Patuh kepada Bapa. Yesus hanya melakukan kehendak Bapa untuk menjalankan misiNya. Ia tahu musuh-musuhnya sudah menanti untuk membunuhNya. Tetapi Ia tidak gentar, Ia tidak menghindar. Kepatuhannya terlihat sampai Dia disalibkan. Demikian halnya kepatuhan murid-muridNya ketika Yesus menyuruh 2 muridNya untuk pergi kekampung yang ada di depan dan mengambil seekor keledai betina. Tanpa membantah kedua murid-Nya langsung pergi melakukan yang diperintahkan Yesus. Dengan pesan, mereka tidak boleh mengambil secara paksa atau secara diam-diam tanpa sepengetahuan atau izin dari pemiliknya, karena Yesus menjamin bahwa mereka akan memperolehnya, dengan mengatakan jika ada yang menegur katakana, ”Tuhan memerlukanNya,Ia akan segera mengembalikannya”.

Dan terlihat juga kepatuhan pemilik keledai yang memperbolehkan keledainya dipakai oleh Tuhan Yesus. Lalu bagaimana dengan kepatuhan kita ? Kepatuhan kita untuk melakukan kehendak-Nya akan mendatangkan berkat bagi kita. Sesungguhnya Tuhan juga tidak menuntut kita melakukan hal-hal yang luar biasa untuk dapat menjadi bahagian keselamatan Allah, ada banyak hal-hal sederhana yang dapat dan mampu kita lakukan untuk Tuhan yang memiliki dampak yang luar biasa, orang banyak itu hanya “menghamparkan pakaiannya” dan “memotong ranting-ranting pohon”. Dalam hal ini, yang dapat kita katakana bahwa itulah yang ada pada mereka saat itu, kalaupun hanya pakaian dan ranting pohon yang ada itulah yang mereka lakukan, yang pasti jangan pernah untuk menunda maupun menimbang-nimbang untuk berbuat kepada Allah. Lakukanlah apa yang dapat kamu lakukan sekarang untuk Tuhan.

Khususnya di tahun ini kita akan merayakan 50 tahun GKPI, apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kualitas penyembahan dan persembahan? Tentu saja memerlukan kepatuhan melakukan apa yang dikehendaki-Nya, dan biarlah kita melakukannya bukan karena didorong sikap yang emosional namun karena iman. Ketika kita memberikan waktu, ide-pikiran, hati-tenaga bahkan materi untuk Tuhan melalui gereja, karena kita mempercayai bahwa “Tuhan memerlukannya, dan Ia akan segera mengembalikannya” dengan berkat-berkat yang lain.

Ketiga: Thema: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan. Murid-murid Yesus diberkati karena dengan tulus melakukan yang diperintahkan Yesus (mereka menjadi saksi-Nya), pemilik keledai juga diberkati karena telah memberi keledainya dengan iman, demikian juga kita akan semakin diberkati jika kita melakukan kehendak-Nya di dalam nama Tuhan, bukan untuk sebuah nama baik, ketenaran dan pujian. Maka untuk segala kebaikan-Nya (penebusan-Nya) sudah selayaknyalah kita mengatakan, “Hosanna bagi Allah di tempat yang Maha Tinggi”. Amin.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s