Ezer Kenegdo

Bahan PA Sie Perempuan GKPI Menteng: I Yohanes 5:1-5

Leave a comment

Thema:  Orang yang Dilahirkan Baru

Siapakah yang disebut anak-anak terang dan anak-anak kegelapan ? dalam 1 Yohanes ini kita akan menemukannya. Anak-anak terang yaitu anak-anak yang sudah dilahirkan baru, anak-anak Allah yang mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintahNya serta mampu mengalahkan dunia ini dengan iman.  I Yohanes ini ditulis untuk mendorong jemaat agar tetap teguh berpegang pada kebenaran bahwa Yesus, Anak Allah, adalah sungguh manusia dan benar-benar menumpahkan darah-Nya untuk menyucikan manusia dari segala dosa  (1:7).

Zaman sekarang semua bisa dipoles, kalau dulu rumah hanya bisa dikapur putih, sekarang cat tembok ada puluhan warna, dan bisa juga dilapisi keramik. Mebel juga bisa dipoles dengan pelitur supaya lebih cantik.  Jangankan tembok atau mebel, wajah kita juga bisa dipoles: ada masker untuk menghaluskan  wajah yang keriput, ada foundation untuk mendempul lubang kulit, ada eye shadow untuk membuat mata jadi lebih indah, rambut yang keriting bisa diluruskan dan yang lurus bisa dikritingkan.

Contohnya: Bila seseorang sudah merasa tua, kemudian dia menjalani operasi plastic, sehingga aterjadilah perubahan, dia akan kelihatan lebih cantik, lebih muda, kulit tambah kencang dan yang hidung pesek bisa tambah mancung. Maka setelah itu, ia dapat mengatakan, “ia sudah menjadi orang yang baru, sebab sudah berubah”.

Namun, “Berubah menjadi manusia baru” dalam contoh ini bukan perubahan  seperti yang diinginkan dalam nas perikop ini. Sebab berubah dalam contoh tadi, hanya luarnya saja yang berubah, tetapi didalamnya tetap sama, yaitu yang lama. Tetapi berubah menjadi orang yang dilahirkan baru dalam nas ini adalah: berubah bukan hanya luarnya saja/penamapilannya saja, tetapi berubah didalam perbuatan dan hidup berdasarkan nilai-nilai baru, nilai-nilai Allah bukan berdasarkan nilai-nilai dunia.  Oleh sebab itu,  kata “baru” dalam “Dilahirkan baru” menggunakan kata “kainos” yang  berarti baru dalam hal kualitas. Apakah hidup kita sudah menunjukkan “kainos” itu, hidup yang kualitasnya di dalam Roh diperbaharui setiap waktu, itulah makna sejati menjadi manusia baru.

Lahir baru adalah saat di mana kita memutuskan dengan sadar dan sepenuh hati untuk meninggalkan daging dan hidup di dalam Roh bersama dengan Tuhan Yesus Kristus. Namun, lahir baru hanyalah permulaan saja. Banyak orang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat di satu waktu, tetapi kemudian setelah itu hidupnya masih berpusat pada dunia dan kedagingan. Inilah yang  disebut sebagai lahir baru tanpa hidup baru. Atau bisa juga disebut lahir baru yang tidak melahirkan ciptaan baru.

Di dalam 2 Korintus 5:17 tertulis demikian, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”. Kita tidak bisa menyebut diri sebagai ciptaan baru hanya karena kita telah lahir baru. Ciptaan baru yang sejati adalah seseorang yang ada di dalam Kristus! Bisa saja kita lahir baru, tetapi jika kita tidak hidup di dalam Kristus, malahan terus menerus hidup dalam dunia dan kedagingan, maka sesungguhnya kita bukanlah ciptaan baru.

2 Korintus 5:15 menunjukkan dengan tegas siapa sesungguhnya yang dapat dikategorikan sebagai ciptaan baru, “Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka”. Ya, menjadi ciptaan baru artinya kita hidup bukan untuk diri kita sendiri, tetapi hidup untuk Kristus.

Tanda bahwa kita adalah orang yang percaya kepada Yesus Kristus (lahir dari Allah) : Pertama: Kalau kita mengaasihi Allah dan melakukan perintah-perintahNya.  Salah satu perintahNya,  “Kasihilah Tuhan Allahmu  dengan segenap hatimu, dan  dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (baca: Matius 22:37-39). Artinya yang paling  penting dilakukan orang adalah kasih. Yesus berkata, Bukan semua orang yang berkata kepadaKu Tuhan, Tuhan, masuk ke dalam Allah, tetapi mereka yan melakukan kehendak Bapaku yang di sorga”. Kehendak Bapa di sorga ialah bahwa kita mendengarkan dan mengetahui firman-Nya serta mempraktikkannya di dalam hidup kita sehari-hari. Kedua: Mengalahkan dunia dengan iman.  Saya mempunyai prinsip perjuangan hidup, “Kalaupun kita tidak dapat mengalahkan dunia ini, paling sedikit dunia ini jangan sampai mengalahkan kita. Kalaupun kita tidak mungkin mengubah dunia ini menjadi baik, paling sedikit kita harus berusaha agar dunia ini jangan sampai mengubah kita menjadi tidak baik”.  Namun nas perikop ini memerintahkan bahwa orang-orang yang sudah hidup baru haruslah mampu mengalahkan dunia ini dengan iman.

Mengapa kita harus mengalahkan dunia ini ? karena dunia ini tidak pernah menjanjikan suasana yang kekal. Siapapun orangnya, apapun latar belakangnya, bagaimanapun kemampuannya, kalau ia masih berpegang pada dunia yang fana ini, maka ia harus siap pula menghadapi perubahan dan kekecewaan yang akan terjadi. Tetapi Tuhan yang kita sembah, memiliki dimensi dan janji berbeda dengan dunia ini. Firman Tuhan mengatakan, “Tuhan tidak akan pernah berubah, baik dulu, kini maupun selama-lamanya”.  JanjiNya, kasihNya, kuasanya tetap kekal selamanya.  Amin.

Bahan Diskusi :

  1. Kalau kita rajin mendengar firman Tuhan, pasti timbul iman. Tapi kalau kita rajin mendengar gossip, yang timbul gossip juga. Bagaimana cara kita mengalahkan dunia ini dengan iman (bandingkan dengan Efesus 6:10-20).
  2. Banyak orang yang menganggap dirinya sudah lahir baru namun kadang kala buah lahir barunya belum kelihatan, bagaimana tanggapan kita tentang ini.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s