Ezer Kenegdo

Khotbah untuk Kebaktian Seksi Perempuan GKPI wilayah Jabodetabek di GKPI Jelambar

Leave a comment

Evangelium: I Petrus 2:9 . “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakaan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”.

Istilah wanita berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti elok, cantik. Istilah perempuan yang berasal dari bahasa Melayu dengan arti empu=ibu dan puan bentuk feminine dari tuan. Meskipun dalam bahasa sehari-hari  kedua istilah tersebut dipakai dalam arti yang sama, namun saya lebih suka memakai kata perempuan karena artinya jauh lebih terhormat.

Ada ucapan dalam bahasa Jawa, “Swargo nunut, neroko katut”  maksudnya,  “Kalau suami masuk sorga, istrinya pun ikut, kalau suami masuk neraka, apa boleh buat, istri juga harus ikut”. Apakah ibu-ibu setuju dengan ucapan ini ?  tentu tidak setuju bukan ?  Pasti kita akan buat alasan,  kami sudah  maju, kami sudah lama meninggalkan anggapan bahwa perempuan harus mengurus 3 M (melahirkan, memasak dan menghias). Kami sudah berpartisipasi, kami sudah sama tinggi dengan laki-laki, kami adalah pengikut ibu Kartini, kami juga bisa seperti laki-laki bisa kerja mencari uang, bisa menduduki kursi jabatan, dan lain-lain lagi sebagai alasan kita untuk menolak anggapan bahwa perempuan adalah tidak masuk hitungan.

Dalam perjalanan kehidupan ini, kaum perempuan kini telah merasakan cakrawala yang sudah bersinar menerangi hidup dan masa depan perempuan. Jika para perempuan mau melihat sejenak perjalanan kehidupannya di masa lampau, begitu banyak tantangan budaya dan warisan nilai-nilai budaya patriarkhat. Laki-laki dipandang sebagai pemegang kuasa dan tempat berlindung sehingga ada kecendrungan  segala kuasa dilimpahkan pada laki-laki. Sedangkan perempuan lebih sering diminta untuk mengalah dan memberikan kesempatan kepada laki-laki (khususnya dalam bidang pendidikan).

Namun sekarang kita harus bersukur karena tantangan-tantangan tersebut semakin menipis, karena semakin luasnya cakrawala dan semakin terbukanya wawasan berpikir kita. Kita mungkin setuju kalau diajak untuk mensyukuri perjuangan R.A.Kartini melalui bukunya, Habis Gelap Terbitlah Terang”. Begitu juga sebagai perempuan Kristen, kita harus mensyukuri perjuangan missionaris seorang perempuan yang bernama Hester Needham dan Elfriede Herder, yang telah membuka sekolah dan kursus yang dikhususkan bagi perempuan, sehingga perempuan dapat menikmati pendidikan, khususnya perempuan Batak. Karena sebelum Injil masuk ke tanah Batak, kedudukan perempuan tidak diperhitungkan:

  • Jika dalam keluarga orang Batak ditanya brapa jumlah anaknya, maka yang disebut hanyalah anak laki-laki saja
  • Anak perempuan tidak boleh sekolah tinggi-tinggi, hanya laki-laki yang boleh sekolah tinggi-tinggi, karena anak laki-laki siboa goar
  • Kalau dalam keluarga anaknya semua perempuan, maka si bapak akan disuruh orang tuanya menikah lagi agar ia mempunyai anak laki-laki

Tetapi terpujilah Tuhan, setelah Injil masuk ke tanah Batak, pemahaman yang demikian lambat laun semakin terkikis. Perempuan sudah boleh sekolah tinggi sampai ke luar negeri, banyak perempuan yang sudah menduduki kursi jabatan, banyak perempuan yang berprestasi, kita sudah melihat peranan perempuan sangat besar di negara dan gereja. Kita pasti mendengar beberapa nama perempuan yang terkenal, Megawati Soekarno Putri, Srimulyani, Puan Maharani, Tri Rismaharini (Walikota Surabaya yang terkenal sekarang-ia adalah perempuan pertama yang terpilih sebagai walikota), walaupun banyak juga sederat nama perempuan yang terkenal karena perbuatan kejahatannya.

Kaum ibu yang terkasih…

  • Perempuan adalah bagian dari bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, umat kepunyaan Allah
  • Perempuan juga mendapat tugas untuk memberitakan perbuatan-perbuatan Allah yang besar
  • Perempuan  juga terpanggil untuk keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib

Apakah kita siap dengan tugas dan panggilan ini ? apakah kita siap sebagai pembawa terang ?

Pasti kita pernah mendengar tentang Debora (mempunyai arti bee=lebah). Lebah adalah serangga penghasil madu yang rasanya manis. Itulah arti nama Debora. Ia adalah sosok yang menyebarkan keharuman bagi bangsanya. Ia adalah perempuan yang ditampilkan Allah, hal ini menunjukkan bahwa perempuan bukanlah pribadi yang dinomor duakan, namun Allah juga memilih perempuan menjadi seorang pemimpin yang tangguh. Tuhan mengetahui potensi yang luar biasa dalam diri Debora, dan saya yakin Tuhan juga mengetahui potensi kita masing-masing.

Satu predikat yang disandang  oleh Debora adalah Ibu di Israel, Debora bukan hanya ibu bagi keluarga, tetapi ibu bagi kota dan bangsanya. Ketika orang lain ciut nyalinya dan berkecil hati, Debora menguatkannya.  Ketika laki-laki (yang diwakilkan Barak) takut dan tidak mau maju (Barak mau maju jika Debora ikut maju), Debora berani dan bangkit, ini luar biasa..

Demikianlah kita semua  yang hadir saat ini, kita telah dipanggil untuk memberitakan perbuatan-perbuatan-Nya yang besar”. Kita juga sudah dipanggil dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.  Perempuan dalam perjalanannya dulu hidup dalam kegelapan, namun kehadiran Yesus (khususnya kehadiran Injil ke tanah Batak) telah memberikan cakrawala yang menyinari hidup dan masa depan perempuan. Perempuan telah memiliki hak dan kedudukan yang sama dengan laki-laki. Lalu apa jawaban kita? Apa komitmen kita ? secara khusus dalam persekutuan kaum perempuan GKPI wilayah Jabodetabek ini:

  • Perempuan harus menjadi “Agent of Change” (agen pembaharu), bahwa kita perempuan juga meruapakan bagian bangsa terpilih. Dengan demikian, mari kita merubah pola pemikiran budaya dan warisan patriarkhat, bahwa perempuan bukanlah kelas nomor dua, yang terus mengalah dalam segala bidang. Mari kita merubahnya dari keluarga kita masing-masing bahwa perempuan dan laki-laki adalah sama dihadapan Tuhan, perempuan dan laki-laki mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk meraih impiannya.
  • Mari kita isi hidup ini dengan baik, berguna agar menjadi terang bagi orang lain. Tetaplah confident (percaya diri), karena dari semula  Tuhan juga sudah memberikan kemampuan bagi perempuan,  kita diciptakan menjadi Ezer Kenegdo (penolong yang sepadan) bagi kaum laki-laki.  Selamat berkarya bagi perempuan GKPI Wilayah Jabodetabek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s