Ezer Kenegdo

Khotbah: Ulangan 30:15-20 di GKPI Jelambar: Minggu 16 Pebruari 2014

Leave a comment

Thema: Hidup, dan Diberkati Oleh Tuhan

Ada sebuah cerita dari Yunani: pada suatu ketika seorang pemuda datang mendatangi seorang yang bijak bernama Aristoteles. Ia hendak menguji hikmat filsuf yang terkenal itu. Ia membawa anak burung, dan menyembunyikan dibalik punggungnya dengan kedua tangan ketika berhadapan dengan Aristoteles, dia berkata “menurut anda, apakah anak burung ini hidup atau mati ?. Anak muda ini berpikir jika Aristoteles menjawab mati, maka ia akan melepaskan burung itu, tetapi jika dia menjawab hidup maka ia akan mencekik leher burung itu.

Dengan rasa waswas si pemuda ini menunggu jawaban. Sambil tersenyum, Aristoteles menjawab, “anak muda, hidup mati burung itu ada dalam genggaman tanganmu. Jika engkau menghendaki hidup maka burung itu pasti akan hidup. Tetapi jika engkau menghendaki mati, maka burung itu akan mati. Mendengar jawaban ini, si pemuda tersebut mengangguk kagum dan mengakui kebijaksanaan yang dimiliki Aristoteles. Cerita ini mengandung pesan bahwa manusia hidup diperhadapkan kepada kebebasan dalam memilih, menentukan dan memutuskan tujuan hidupnya. Dalam segala hal kita bebas, namun kebebasan itu bukan berdasarkan ukuran-ukuran duniawi.

Saudara/I – Ibu/bapak yang dikasihi Yesus Kristus….

Penulis Kitab Ulangan menggambarkan bagaimana Musa dengan bijaksana dan tegas memperingatkan orang Israel akan apa yang mesti dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan, apabila mereka memasuki tanah perjanjian, yaitu tanah Kanaan. Tanah Kanaan yang dijanjikan Tuhan kepada nenek moyang Israel, adalah negeri yang penuh dengan susu dan madu. Apabila orang Israel yang telah menerima keselamatan oleh kekuatan tangan-Nya tetap setia,  maka mereka akan menikmati semua kebaikan dan keuntungan dari Tanah Kanaan yang subur dan penuh pesona itu.

Namun, apabila orang Isreal tidak setia kepada Tuhan dengan beribadah kepada ilah-ilah lain, maka mereka akan mendapat murka Tuhan, dan Tanah Kanaan akan menjadi kutuk bagi mereka.

Perikop ini masuk pada pidato ketiga, di mana “Israel harus memelihara perjanjian-Nya dengan Tuhan”  (29:2-30:20).  Ada semacam tradisi orangtua semakin ujur dan semakin dekat pada kematiannya ia selalu menyampaikan pesan-pesan kepada keturunannya baik secara pribadi-pribadi maupun umum. Demikian juga Musa yang telah memimpin bangsa Israel,  sebelum Israel memasuki tanah Perjanjian, tanah Kanaan, Musa mengumpulkan umat Israel untuk membekali mereka memasuki tanah Kanaan.

Ditengah-tengah umat Israel, Musa berpidato dengan mengulang kembali perjalanan yang telah mereka lewati dimana kuasa Tuhanlah yang memimpin mereka; Musa juga mengingatkan mereka apa saja yang akan mereka temui di Kanaan, disana terdapat kemakmuran dan kekayaan yang berlipat, tetapi mereka juga harus waspada terhadap kepercayaan yang dianut bangsa-bangsa disekitar Kanaan supaya mereka tidak terpengaruh dan meninggalkan Allah yang telah menunjukkan kuasa dan hukum untuk membawa mereka keluar dari perhambaan Mesir.

Saudara/i- ibu/bapak yang dikasihi Yesus Kristus…..

Dalam nas ini, Musa menghadapkan kepada umat Israel kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan. Dengan jelas disebutkan bahwa hanya dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan, berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturanNya umat Israel akan memperoleh kehidupan dan keberuntungan.

Ada waktu  yang diberikan kepada bangsa Israel untuk memilih yaitu, “pada hari ini”,  jadi bukan besok atau hari yang akan datang.  Bagi orang yang hidup sesuai dengan perintah-Nya maka akan memperoleh berkat dari Tuhan ke manapun mereka melangkah.

Oleh sebab itu, ada tiga hal yang harus mereka lakukan :

Pertama, Mengasihi Tuhan Allah (bnd. Matius 22:37-39).

Kedua,  Hidup menurut jalan yang diperintahkan-Nya dan berpegang pada perintah-Nya.

Ketiga, Tidak menyembah allah lain dan beribadah kepadanya.

Sebab ketika mereka memilih untuk berpaling dari Tuhan dan menyembah kepada allah lain mereka akan mengalami kematian dan kecelakaan. Dengan demikian, Tuhan memberi umat-Nya sebuah pilihan antara hidup atau mati: Mereka dapat mengasihi Allah dan mematuhi perintah-Nya atau menyembah dan melayani ilah yang lain (ay.16). Dia berkata, “... kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan”(ay. 19).

Nats ini  mengingatkan  kepada kita  bahwa hidup jauh dari Tuhan, bahkan memilih allah lain, misalnya: kita memper-illah jabatan, kedudukan, harta, kekayaan, ilmu pengetahuan dll; kita akan mengalami kematian dan kecelakaan. Hidup jauh dari Tuhan akan membuat kita menjadi manusia yang tidak tahan terhadap cobaan-cobaan si Iblis yang seperti singa yang mengaum mencari orang-orang yang dapat dimangsanya.

Ketika pilihan ini diperhadapkan Allah kepada bangsa-Nya, maka Allah memanggil langit dan bumi sebagai saksi. Tentu saja setiap pilihan akan mengakibatkan konsekuensi, itu sebabnya sudah seharusnya mereka haruslah memilih yang terbaik, sebab konsekuensi pilihan tersebut bukan hanya mengena kepada yang memilih namun juga kepada keturunan mereka.

Bangsa Israel harus teguh dalam pilihannya yang benar, jangan goyah atau gampang tergoda, bahkan jangan sampai salah pilih, karena ketika mereka salah memilih maka tidak ada ampun, mereka harus dihukum (mereka tidak panjang umur dan akan binasa).

Saudara/I yang terkasih….

Tak ada yang lebih menyukakan hati daripada hidup yang serba pasti. Hidup dengan kepastian sejati adalah justru hidup dengan mata terbuka, tetapi mesti memilih diantara banyak kemungkinan. Sering kali pilihan-pilihan yang sulit yang dapat menguras segenap pikiran serta mengerahkan seluruh kemampuan. Karena jalan kehidupan  yang penuh dengan persimpangan, oleh sebab itu manusia lebih membutuhkan kepastian dalam hati.

Rasul Paulus berkata, “Aku melupakan apa yang dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan”.

Kita telah memilih Yesus sebagai jalan kehidupan dan keselamatan, ini  adalah pilihan yang pasti, pilihan yang benar dan tepat,  tentu saja kita tidak salah pilih lagi. Yesus berkata, “Aku datang segera, peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu”.(Wahyu 3:11). Kita sudah dibenarkan didalam dan oleh darah Kristus. Oleh karena itu, pegang erat-erat, rawat dan peliharalah, sebelum kita sampai ke akhir,  jangan sampai lengah, jangan sampai kita menjadi “orang Kristen drop out”. (bnd: ketidaksetiaan bangsa Israel kepada Tuhan membuat hanya Yosua dan Kaleb ditambah anak-anak Israel yang lahir selama perjalanan yang sampai ke tanah kanaan, semua mati dalam perjalanan karena mereka tidak setia).

Pertama: Keuntungan memilih jalan Tuhan adalah memperoleh berkat umur yang panjang dan diberkati kemanapun melangkah.  Semua orang ingin umur panjang, sehingga manusia memperjuangkannya dengan mengatur menu makan yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh,  istirahat yang cukup, berusaha tidak stres dan olah raga yang teratur. Rajin memeriksa kesehatan dan jika sakit segera berobat kepada ahlinya. Namun Firman Tuhan hari ini mengajar kita rahasia panjang umur yang berkwalitas PILIHLAH SETIA KEPADA TUHAN.

Di gereja ini sudah banyak anggota jemaat memiliki umur yang panjang, dengan demikian telah membuktikan bahwa anggota jemaat ini adalah orang-orang yang setia kepada Tuhan (orang-orang yang tidak salah memilih).  Oleh sebab itu, bersukurlah sebab panjang umur adalah anugrah Allah yang harus di syukuri, sebagai kesempatan menikmati berkat berkat Tuhan dalam waktu yang panjang.

Kedua: Lebih serius lagi kita melihat teks ini yaitu,  Pilihan kita untuk setia kepada Tuhan tidak membuat kita saja hidup dan terberkati, namun keturunan kita juga diberkati. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu. Amin

Doa:

Terimakasih Tuhan buat keselamatan yang telah Engkau berikan bagi kami, dan tuntunlah kami agar tetap setia kepadaMu agar kami memperoleh kehidupan yang sejahtera di dunia ini dan kehidupan yang kekal di sorga, bukan hanya kami namun juga seluruh keturunan kami. Amin.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s