Ezer Kenegdo

Sermon Minggu, 16 Pebruari 2014 : Ulangan 30:15-20

Leave a comment

1.Pendahuluan :  (Thema: Hidup, dan Diberkati oleh Tuhan)

Kitab Ulangan menempati posisi penting dalam Perjanjian Lama. Kitab kelima itu mengakhiri bagian yang dikenal sebagai Taurat yang berarti “pengajaran”. Kitab Ulangan melanjutkan kisah umat Allah yang sudah dimulai dalam Kitab Keluaran, Tuhan memilih Israel dan mengeluarkan mereka dari perbudakan Mesir. Di Sinai, Tuhan memberi mereka hukum-hukum dan perintah-perintah yang harus dipatuhi. Dengan demikian,  Kitab Ulangan mengacu kembali pada apa yang telah dikerjakan Tuhan. Penulis Kitab Ulangan menggambarkan bagaimana Musa dengan bijaksana dan tegas memperingatkan orang Israel akan apa yang mesti dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan, apabila mereka memasuki tanah perjanjian, yaitu tanah Kanaan. Tanah Kanaan yang dijanjikan Tuhan kepada nenek moyang Israel, adalah negeri yang penuh dengan susu dan madu. Apabila orang Israel yang telah menerima keselamatan oleh kekuatan tangan-Nya maka mereka akan menikmati semua kebaikan dan keuntungan dari Tanah Kanaan yang subur dan penuh pesona itu. Namun, apabila orang Isreal tidak setia kepada Tuhan dengan beribadah kepada ilah lain, maka mereka akan mendapat murka Tuhan, dan Tanah Kanaan akan menjadi kutuk bagi mereka. (Bnd. Ulangan 11:2-7).

Perikop ini masuk pada pidato ketiga, Israel harus memelihara perjanjian-Nya dengan Tuhan (29:2-30:20). Ada semacam tradisi orangtua semakin ujur dan semakin dekat pada kematiannya ia selalu menyampaikan pesan-pesan kepada keturunannya baik secara pribadi-pribadi maupun umum. Demikian juga Musa yang telah memimpin bangsa Israel,  sebelum Israel memasuki tanah Perjanjian, tanah Kanaan, Musa mengumpulkan umat Israel untuk membekali mereka memasuki tanah Kanaan. Ditengah-tengah umat Israel, Musa berpidato dengan mengulang kembali perjalanan yang telah mereka lewati dimana kuasa Tuhanlah yang memimpin mereka; Musa juga mengingatkan mereka apa saja yang akan mereka temui di Kanaan, disana terdapat kemakmuran dan kekayaan yang berlipat, tetapi mereka juga harus waspada terhadap kepercayaan yang dianut bangsa-bangsa disekitar Kanaan supaya mereka tidak terpengaruh dan meninggalkan Allah yang telah menunjukkan kuasa dan hukum untuk membawa mereka keluar dari perhambaan Mesir.

II. Keterangan Nats: Ayat 15-18: Dalam nas ini, Musa menghadapkan kepada umat Israel kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan. Dengan jelas disebutkan bahwa hanya dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan, berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturanNya umat Israel akan memperoleh kehidupan dan keberuntungan.  Ada waktu  yang diberikan kepada bangsa Israel untuk memilih yaitu, “pada hari ini”,  jadi bukan besok atau hari yang akan datang.  Bagi orang yang hidup sesuai dengan perintah-Nya maka akan memperoleh berkat dari Tuhan ke manapun mereka melangkah. Oleh sebab itu, ada tiga hal yang harus mereka lakukan :Pertama, Mengasihi Tuhan Allah (bnd. Matius 22:37-39).  Kedua,  Hidup menurut jalan yang diperintahkan-Nya dan berpegang pada perintah-Nya. Ketiga, Tidak menyembah allah lain dan beribadah kepadanya. Sebab ketika mereka memilih untuk berpaling dari Tuhan dan menyembah kepada allah lain mereka akan mengalami kematian dan kecelakaan. Dengan demikian, Tuhan memberi umat-Nya sebuah pilihan antara hidup atau mati: Mereka dapat mengasihi Allah dan mematuhi perintah-Nya atau menyembah dan melayani ilah yang lain (ay.16). Dia berkata, “… kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan”(ay. 19).  Nats ini  mengingatkan  kepada kita  bahwa hidup jauh dari Tuhan, bahkan memilih allah lain, misalnya: kita memper-illah jabatan, kedudukan, harta, kekayaan, ilmu pengetahuan dll; kita akan mengalami kematian dan kecelakaan. Hidup jauh dari Tuhan akan membuat kita menjadi manusia yang tidak tahan terhadap cobaan-cobaan si Iblis yang seperti singa yang mengaum mencari orang-orang yang dapat dimangsanya.

Ayat 19-20, Ketika pilihan ini diperhadapkan Allah kepada bangsa-Nya, maka Allah memanggil langit dan bumi sebagai saksi. Tentu saja setiap pilihan akan mengakibatkan konsekuensi, itu sebabnya sudah seharusnya mereka haruslah memilih yang terbaik, sebab konsekuensi pilihan tersebut bukan hanya mengena kepada yang memilih namun juga kepada keturunan mereka. Bangsa Israel harus teguh dalam pilihannya yang benar, jangan goyah atau gampang tergoda, bahkan jangan sampai salah pilih, karena ketika mereka salah memilih maka tidak ada ampun, mereka harus dihukum (mereka tidak panjang umur dan akan binasa).

III. Refleksi

Ada sebuah cerita dari Yunani: pada suatu ketika seorang pemuda datang mendatangi seorang yang bijak bernama Aristoteles. Ia hendak menguji hikmat filsuf yang terkenal itu. Ia membawa anak burung, menyembunyikan dibalik punggungnya dengan kedua tangan ketika berhadapan dengan Aristoteles, dia berkata “menurut anda, apakah anak burung ini hidup atau mati ?. Anak muda ini berpikir jika Aristoteles menjawab mati, maka ia akan melepaskan burung itu, tetapi jika dia menjawab hidup maka ia akan mencekik leher burung itu.  Dengan rasa waswas si pemuda ini menunggu jawaban. Sambil tersenyum, Aristoteles menjawab, “anak muda, hidup mati burung itu ada dalam genggaman tanganmu. Jika engkau menghendaki hidup maka burung itu pasti akan hidup. Tetapi jika engkau menghendaki mati, maka burung itu akan mati. Mendengar jawaban ini, si pemuda tersebut mengangguk kagum dan mengakui kebijaksanaan yang dimiliki Aristoteles. Cerita ini mengandung pesan bahwa manusia hidup diperhadapkan kepada kebebasan dalam memilih, menentukan dan memutuskan tujuan hidupnya. Dalam segala hal kita bebas, namun kebebasan itu bukan berdasarkan ukuran-ukuran duniawi.

Saat ini kepada kita diperhadapkan apa yang kita pilih: Kehidupan dan keberuntungan atau kematian dan kecelakaan? Hal itulah yang ditawarkan Tuhan kepada umat manusia yang berdosa di dalam Diri Yesus Kristus yang datang ke tengah-tengah dunia ini. Yesus datang dengan Injil (berita sukacita) yaitu supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Apa yang kita pilih? Hanya dengan mengasihi Tuhan Allah, mendengarkan suaraNya dan melakukannya dalam kehidupan kita; serta hidup sesuai dengan jalan yang ditunjukkanNya maka kita akan hidup dalam kehidupan kita di dunia saat ini dan dalam kehidupan yang kekal. Waspada dan tetaplah kita berdoa, sebab setiap hari dalam dunia ini kita selalu diperhadapkan kepada pilihan. Tetaplah di dalam Tuhan atau berpaling dari Tuhan. Bersama dengan Tuhan kita akan dapat melewatinya bahkan Tuhan akan memberkati kita ke manapun pergi.

Besi itu kuat, tetapi api mampu meleburkannya. Api itu kuat, tetapi air itu mampu memadamkannya. Air itu kuat, tetapi awan  mampu menyejatnya. Awan itu kuat, tapi angin mampu menolaknya. Angin itu kuat, tapi bukit mampu menghalanginya. Bukit itu kuat, tapi manusia mampu menghancurkanya. Manusia itu kuat, tapi nafsu mampu menundukkannya. Nafsu itu kuat, tapi iman mampu mengalahkannya. Tapi bila iman kuat, tidak ada yang mampu mengalahkannya. Maka itu carilah Tuhan, supaya kita memperoleh hidup. Amin.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s