Ezer Kenegdo

MANAJEMEN PENUNJANG KEBERHASILAN PELAYANAN (Dalam Tugas dan Tanggungjawab Penyuluh Agama Kristen)

Leave a comment

Disampaikan dalam pembinaan kepada Penyuluh Agama Kristen di Kantor KEMENAG Kot a Tanjungbalai, Selasa 30 Oktober 2012

Oleh : Pdt Jojor Resmi Mamita Lumbanbatu, STh

I.Pendahuluan

Manajemen bukanlah sesuatu yang asing atau barang baru bagi pelayanan gerejani. Meskipun istilahnya seolah-olah seratus persen milik perusahaan umum atau organisasi duniawi, namun manajemen disadari atau tidak sudah dipraktekkan oleh setiap kelompok atau perkumpulan/organisasi (kecil atau besar) guna mencapai tujuan masing-masing. Secara sederhana manajemen berarti pengaturan/pengorganisasian setiap komponen (struktur dan tugas) sehingga dapat mewujudkan peran masing-masing guna mencapai tujuan yang telah digariskan secara bersama-sama.

Dari pengertian yang sederhana ini, jelaslah bahwa dengan manajemen maka peran setiap orang dan tahapan perjalanan perkumpulan/organisasi dapat diketahui. Sebaliknya, tanpa manajemen setiap orang akan meraba-raba perannya dan tujuan perkumpulan/organisasi akan gelap sehingga menimbulkan konflik dan benturan. Dengan demikian, manajemen sangat berfungsi besar dalam pelayanan gerejani begitu juga pelayanan yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Kristen, sehingga pelayanan dapat dilakukan secara tertib, bertanggungjawab dan berpengharapan, serta merta tujuan pelayanan itu dapat dicapai sebagaimana diamanatkan Tuhan Yesus, untuk membuat semua bangsa menjadi murid-Nya (Mat. 28: 19).

Pertimbangkanlah ayat-ayat Alkitab berikut ini:

Lukas 14:28:     Sebab siapakah diantara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara

                         Tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya

                       Untuk menyelesaikan pekerjaan itu ?

Amsan 16:3:    Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu

Amsal 16:9:   Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah

                   Langkahnya.

Amsal 15:22: Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat

                   Banyak.

Mazmur 20:5: Kiranya diberikan-Nya kepadamu apa yang kau kehendaki dan dijadikan-Nya  berhasil apa yang kau rancangkan

Kolose 3:23: Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk

                  Tuhan dan bukan untuk manusia.

II. Pemahaman Tentang Penyuluh Agama

Kata “penyuluh” berasal dari kata “suluh” yang artinya ‘barang yang dipakai untuk menerangi, seperti obor. Dan penyuluh diartikan sebagai pemberi penerangan, penunjuk jalan,pengintai Dalam bahasa Inggris kata “suluh” di terjemahkan dengan kata “to light”; to instruct” dan kata “penyuluh”  diterjemahkan dengan kata “instructor”; “informan”; atau “counselor”

Dari pengertian di atas bahwa penyuluh dapat diartikan sebagai orang yang memberikan penerangan, penjelasan dan yang dapat mengarahkan orang banyak  ke dalam situasi yang aman dan damai. Harus digarisbawahi bahwa penyuluh bukan hanya sekedar pemberi informasi (informan), pengarah (instructor), tetapi penyuluh adalah orang yang bergerak di lapangan untuk melakukan pendampingan atau pembinaan kepada banyak orang.  Penyuluh membawa keluar jiwa-jiwa yang jatuh dalam kegelapan, dan mengangkat mereka ke dalam hidup yang penuh dengan cahaya kasih.

Oleh sebab itu, penyuluh harus memiliki pengetahuan yang lebih banyak dibandingkan dengan orang lain. Penyuluh juga harus lebih peka terhadap situasi dan peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan bangsa dan negara. Sehingga informasi yang diberikan penyuluh adalah objektif, bukan sebagai isu yang dapat memprovokasi banyak orang. Dengan demikian penyuluh juga dapat diartikan sebagai pemersatu.

Orang-orang yang diangkat sebagai penyuluh oleh berbagai instansi/lembaga pemerintah dan swasta, khususnya penyuluh yang ada dalam kementerian agama harus menyadari bahwa dirinya adalah pembina/pengarah/pemersatu bagi masyarakat. Oleh karena itu, setiap penyuluh harus berusaha keras untuk memperoleh informasi dan pengetahuan dengan banyak membaca. Maka untuk itu penyuluh  wajib memiliki kualifikasi pendidikan yang standard.

Lembaga pemerintah dan swasta, seperti lembaga kementerian agama  yang mengangkat penyuluh bagi masyarakat wajib memperlengkapinya dengan buku-buku teologi dan non-teologi, pelatihan-pelatihan kepemimpinan/management, pemahaman tentang konteks, informasi yang aktual di bidang hukum, ekonomi, sosial, politik, dari sudut pandang agama dan sudut pandang Kebijakan pemerintah.
Tidak boleh dipungkiri lagi bahwa pada zaman ini, ilmu pengetahuan dan tekhnologi (IPTEK) yang semakin canggih membawa dampak yang positf dan negatif dalam kehidupan masyarakat. Itu sebabnya, setiap penyuluh harus mengenal sisi negatif dan sisi positif dari kemajuan Iptek tersebut. Salah satu dampak positif dari kemajuan Iptek adalah masyarakat dapat dengan mudah memperoleh informasi dibelahan bumi ini dari berbagai media, seperti media cetak dan media elektronik (televisi, radio, internet). Semua media ini dapat dipergunakan penyuluh untuk  penyuluhan masyarakat. Dengan demikian penyuluh dituntut untuk memahami Ilmu Tekhnologi (IT).

III. Peranan Penyuluh Agama Kristen

Menurut  Keputusan Menteri Agama RI No. 164, Tahun 1996, penyuluh agama adalah pembimbing umat beragama dalam rangka pembinaan  mental, moral dan ketaqwaan kepada Tuhan yang maha Esa. Maka penyuluh agama Kristen adalah pembimbing umat Kristen dalam rangka pembinaan mental, moral dan ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha esa.

Sesuai dengan keputusan Menteri agama tersebut, penyuluh agama memiliki peranan yang sangat strategis untuk mewujudkan cita-cita bangsa dan Negara Republik Indonesia ini yaitu mewujudkan kesejahteraan umum, mencercedaskan kehidupan bangsa dan melakukan ketertiban mewujudkan kesejahteraan umum, mencercedaskan kehidupan bangsa dan melakukan ketertiban dunia. Maka dengan itu, ada beberapa peranan penyuluh agama Kristen di dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negera, yaitu:

1.      Pendidik

Penyuluh agama Kristen adalah sebagai guru atau pendidik yang mengajar dan membina hidup rohani orang Kristen. Sebagai pendidik, penyuluh agama memiliki pengetahuan yang cukup tentang isi iman Kristen. Ia harus mengenal dan mendalami isi Alkitab. Agar ia mampu membawa orang banyak keluar dari kebodohan dan kedangkalan iman. Sebagaimana yang dibebankan Yesus kepada murid-muridNya dalam Matius 28: 19-20; “karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa menjadi muridKu………dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu  yang telah kuperintahkan kepadamu”.

2.      Pemimpin     

Dalam bahasa Inggris pemimpin diterjemahkan dengan kata “leader” yang artinya seseorang yang dapat mempengaruhi orang lain untuk mengikuti jejak atau langkahnya. maka kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan seseorang  mempengaruhi orang lain untuk bertingkah laku sebagaimana yang dikehendaki oleh pemimpin tersebut. Sebagai pemimpin, penyuluh agama Kristen harus mampu menjadi teladan  yang memancarkan terang cahaya kasih Kristus dalam seluruh hidup pribadinya. Dengan terang cahaya Kasih itu, penyuluh agama akan mampu menuntun orang banyak untuk memiliki sikap jujur dan perbuatan baik.

3.      Gembala

Sebagai seorang gembala, penyuluh agama Kristen harus memiliki sikap yang mau berkorban dan yang merindukan keutuhan umat. Penyuluh agama Kristen harus meneladani Yesus Kristus yang rela berkorban untuk pembebasan umat manusia. Dalam Yohanes 10: 11, dengan tegas Yesus mengatakan: “Akulah gembala yang baik”. Yesus juga berkata kepada Petrus dalam Yohanes 21: 15-17: “gembalakanlah domba-dombaKu”. Demikian Petrus juga berkata kepada para penatua dalam 1 Petrus 5: 2 “gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padaMu, jangan dengan dipaksa tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah dan jangan karena  mau mencari  keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri”. Demikian penyuluh agama Kristen dalam menunaikan tugas dan tanggung jawabnya harus lebih mengutamakan kesejahteraan dan keutuhan umat, bukan kepentingan pribadi.

4.      Transformator

Modernisasi telah menciptakan perubahan-perubahan dalam kehidupan masyarakat.  Modernisasi tersebut mempengaruhi nilai-nilai kebudayan dan keagamaan manusia. Sehingga modernisasi dapat menciptakan disintegrasi dalam kehidupan masyarakat, dan kehancuran alam. Manusia akan semakin egois, yang tidak respect lagi kepada sesamanya dan juga melakukan eksploitasi secara besar-besaran terhadap alam semesta. Pada zaman modern ini dibutuhkan Transformator yang membawa pembaharuan dalam kehidupan masyarakat. Franz Magnis Suseno  dalam bukunya yang berjudul Beriman dalam Masyarakat mengatakan tranformasi social yang didasarkan nilai spritualitas kristiani memunculkan tiga paham, yaitu:

1) Martabat manusia sebagai pesona; 2) Solidaritas; 3) Sikap berpihak kepada kaum miskin. Oleh karena itu, penyuluh agama Kristen harus mampu menjadi tokoh transformasi di dalam kehidupan masyarakat. Dengan iman kristiani (spritualitas kristiani) dari pada penyuluh agama Kristen akan membina umat untuk menghargai sesamanya, peka terhadap penderitaan orang lain dan mendahulukan kaum papa dan miskin.

IV. Tugas dan Tanggung Jawab Penyuluh Agama Kristen

Dengan membaca peranan-peranan di atas penyuluh agama Kristen mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sungguh besar. Ada pun tugas dan tanggung jawab penyuluh agama Kristen adalah sebagai berikut:

1.      Menjadikan Semua Bangsa menjadi Murid Yesus

Arti dari pada Kristen adalah pengikut Yesus Kristus. Tugas panggilan orang Kristen adalah memberitakan, mewartakan injil kepada semua bangsa (marturia=bersaksi). Pewartaan injil bukan hanya dengan khotbah, tetapi juga dengan perbuatan. Sebagaimana yang disebut dalam Matisus 5: 16 “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Tuhan Yesus disini  tidak menekankan pemberitaan injil dengan kata-kata kepada muridNya. Namun Yesus lebih menekankan perbuatan-perbuatan baik daripada murid-murid Yesus.  Pemberitaan injil dengan perkataan (kesaksian) sama artinya dengan pemberitaan injil lewat perbuatan. Seperti pendapat Prof. W. Micahelis yang dikutip oleh J.J. Heer dalam buku Tafsiran Alkitab Injil Matius, dikatakan “praktek orang Kristen adalah hal yang meyakinkan orang lain”

Satu hal yang perlu diketahui oleh seluruh umat Kristen, bahwa pewartaan injil tidak sama dengan mengkristenkan orang lain. Pewartaan injil adalah memberi terang kepada orang lain. Oleh karena itu, menjadikan semua bangsa menjadi murid Yesus tidak sama dengan mengkristenkan bangsa-bangsa. Pengertian menjadikan murid Yesus adalah mengajak dan menuntun orang lain supaya taat dan mau memuliakan Tuhan Yang Maha Esa.

Tugas dan tanggung jawab penyuluh agama Kristen adalah membina atau membina umat agar  hidup dalam ketaatan kepada Allah. Jadi pengajaran yang diberikan oleh penyuluh agama Kristen kepada semua umat merupakan motivasi dan arahan.  Dengan kata lain, penyuluh agama Kristen bertugas untuk memampukan umat Kristen menjadi saksi-saksi Kristus atau duta-duta Kristus. Orang Kristen yang taat kepada Allah akan mengkomunikasi Injil dalam kehidupannya sehari-hari di tengah keluarganya, masyarakat dan bangsanya. Victor I. Tanja dalam bukunya yang berjudul Spritualitas, Pluralitas dan Pembangunan di Indonesia  menggunakan istilah “pempribumian iman kristiani” di tengah umat yang lain. Artinya umat Kristen mampu membahasakan injil atau iman kristianinya dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh umat yang lain, tanpa melemahkan atau mengurangi kebenaran iman kristiani itu sendiri.

2.      Menjadikan orang Kristen sebagai Pelayan dalam Pembangunan Bangsa dan Negara

Penyuluh agama Kristen bertugas dan bertanggunggung jawab untuk melibatkan orang Kristen dalam pembangunan bangsa dan negara Republik Indonesia. Oleh karena itu, penyuluh agama Kristen harus mampu menjelaskan bahwa nilai-nilai pancasila tidak bertentangan dengan Misi Allah. Seperti pendapat Franz Magnis Susesno yang mengatakan bahwa orang Kristen menerima pancasila. Karena nilai-nilai yang terdapat dalam pancasila sesuai dengan iman Kristen. Pancasila menekankan ketaatan kepada Allah dan kebersamaan hidup dengan orang lain.

Demikian juga Allah menghendaki orang Kristen dan umat beragama lain taat kepada Allah dan mampu hidup berdampingan dengan orang lain. Artinya, orang Kristen memahami Pancasila sebagai wahana usaha pembangunan masyarakat di mana martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan dan sebagai Anak Allah dihormati.  Pembinaan yang dilakukan oleh penyuluh agama Kristen merupakan penyadaran bagi orang Kristen, bahwa mereka adalah “hamba Allah” (Ibrani: ebed jahweh; Yunani: doulos) yang diutus untuk mewujudkan cita-cita bangsa dan Negara. Yeremia sebagai Nabi atau penyuluh berkata dalam suratnya kepada umat Israel yang mengalami penderitaan: “usahakanlah kesejahteraan kota ke mana Aku buang, dan berdoa untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu” (Yeremia 29: 7).

Orang Kristen adalah umat Allah yang diterangi oleh FirmanNya akan mengimplementasikan iman kristianinya dalam tindakan nyata (praxis).  Orang Kristen senantiasa menyalurkan kasih kepada sesamanya dan lingkungan sekitarnya, dengan ikut berjuang bersama orang lain menciptakan kehidupan yang penuh dengan kedamaian dan berkeadilan.  Kasih kepada sesama merupakan tindakan pemanusian manusia. Artinya, sikap dan hidup orang Kristen itu selalu memancarkan cahaya yang menghargai dan menghormati hak orang lain. Weinata Sairin mengatakan dalam tulisannya yang berjudul Peran Strategis penyuluh Agama Kristen,  bahwa melalui pelayanan  penyuluh agama Kristen,  kedewasaan rohani orang Kristen dibangun, agar  orang Kristen mampu hidup ditengah arus perubahan dengan tetap berpegang kepada iman kristianinya. Orang Kristen yang mengalami kedewasaan rohani akan memiliki beberapa hal: Pertama,  Mampu mempertanggungjawabkan pengharapannya (1 Petrus  3: 15). Kedua, berupaya mewujudkan karakter sebagai manusia baru (2 Korintus 5: 17; Kolose 3: 5-17). Ketiga, memiliki kedewasaan penuh (Efesus 4: 13).      

V. Manajemen Penunjang Keberhasilan Pelayanan Penyuluh Agama Kristen

5.1. Strategi Manajemen Pelayanan

Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinjau yang sembarangan saja memukul

Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada

Orang lain, jangan aku sendiri ditolak” (I Korintus 9:26-27)

Bagi Rasul Paulus, tujuan pelayanan sangat jelas dan bagaimana mencapai tujuan itu digariskan dengan memulai dari dirinya sendiri. Menyusun strategi manajemen pelayanan bagi para pelayan Penyuluh agama tentu sangat perlu dengan membuat tujuan yang jelas yang akan dicapai dalam tahapan waktu yang jelas pula, apakah satu bulan, satu semester, satu tahun atau satu periode. Kemudian strategi pencapaiannya akan dibuat secara jelas pula termasuk hambatan-hambatan yang akan dihadapi setiap tahapan dan aternatif jalan keluar yang akan ditempuh apabila hambatan itu ada.

Dalam membuat strategi manajemen pelayanan, seorang Penyuluh Agama Kristen harus mampu (capable) untuk:

  1. Menggariskan tujuan pelayanan yang akan dicapai secara berkala
  2. Mengangkat dan mengorganisasikan tim kerja (tim pelayanan) yang mempunyai pemahaman sama tentang tujuan akan dicapai
  3. Mendiskusikan setiap langkah strategi pelayanan, sehingga terdapat kesamaan derap langkah dan bahasa dari setiap pelayanan
  4. Mampu mengantisipasi bentuk pelayanan yang diinginkan oleh mereka yang dilayani sehingga dapat memenangkan jiwa-jiwa mereka
  5. Mampu mempergunakan kekuatan (strength), menganalisis kelemahan (weakness), meraih peluang (opportunity), dan mengesampingkan atau membuat jalan keluar dari hambatan (treatment). Inilah yang disebut analisis SWOT
  6. Mampu mengubah strategi sesuai dengan kebutuhan pelayanan (strategi yang sudah digariskan bukanlah paku mati), sebab setiap saat bisa terjadi perubahan dalam masyarakat, namun tujuan tidak boleh berubah
  7. Optimis untuk memenangkan strategi pelayanan dibandingkan dengan strategi yang dibuat oleh kumpulan/organisasi lain, sehingga jiwa-jiwa manusia dimenangkan bagi Tuhan Yesus
  8. Mampu mempelajari setiap perubahan yang terjadi dimasyarakat
  9. Memperagakan iman yang teguh dan pengharapan yang kuat serta kasih untuk semua orang
  10. Lemah lembut dalam sikap, sopan dalam peribahasa, dan bijaksana dalam perbuatan

Dari kemampuan berstrategi pelayanan seperti di atas, maka seorang  penyuluh agama Kristen dalam pelayanannya (Pendidik, pemimpin, gembala, dan transformator) bukanlah yang dihasilkan oleh kekuatan uang, atau banyaknya dukungan keluarga atau kelompok satu keinginan, melainkan “seorang yang bertumbuh dari dirinya menjadi dewasa” dalam mencapai tujuan dan mengorganisasikan tim pelayanan dan strategi. Inilah yang kita namai panggilan bagi seseorang, Tuhan memanggil dengan memberikan kemampuan untuk bertumbuh dalam iman, dedikasi dan visi.

5.2. Evaluasi Manajemen Pelayanan

Masing-masing haruslah membuat evaluasi strategi pelayanannya ditengah masa tahapan yang sudah digariskan. Kalau tahapan strategi pelayanan ini sudah digariskan untuk bulanan, maka setiap tengah bulanan strategi itu harus dievaluasi bersama tim kerja. Evaluasi akan menghasilkan strategi yang semakin baik dan tepat sasaran.

Dalam menggariskan strategi pelayanan, penyuluh agama Kristen perlu mempunyai prinsip manajerial umum bahwa apa yang dibutuhkan orang, maka itulah yang disajikan oleh penyuluh agama sebagai pelayan.

VI. Kesimpulan dan Saran

6.1. Kesimpulan

– Tugas dan tanggungjawab penyuluh agama Kristen sangatlah besar, oleh sebab itu seorang penyuluh agama Kristen selain memiliki kualifikasi pendidikan yang standard, banyak  membaca agar berwawasan luas, seorang penyuluh agama Kristen juga harus mempunyai manajemen dalam menunjang keberhasilan pelayanan, sehingga pelayanan dapat dilakukan secara tertib, bertanggungjawab dan berpengharapan serta tujuan pelayanan itu dapat dicapai sebagaimana diamanatkan Tuhan Yesus (baca: Matius 28:19).

6.2. Saran

– Mohonkan urapan dan kuasa Roh Kudus untuk menguasai hati dan keinginan dalam setiap    pelayanan, agar melalui pelayanan kita mampu untuk memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan Yesus.

– Hendaknya Penyuluh agama Kristen haruslah berwawasan yang luas.

 

-6-

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s